Pesantren | Miftahul Huda
The True Power of Akhlak

The True Power of Akhlak

Diambil Dari: www.jimmunair.wordpress.com


Pesantren | Miftahul Huda,

 

Sekiranya angkatan muda tidak dipersenjatai

Dengan jiwa dan agama yang kuat,maka akan hancurlah

Akhlak angkatan pemuda dan bangsanya tadi

(Haji Agus Salim)

Akhlak adalah bunga bagi jiwa kita.Mudah dilihat oleh mata,senang dirasa oleh hati.Akhlak yang baik tercerminkan dari perilaku yang bijak ,santun,halus tetapi tegas.Akhlak yang buruk diejawantahkan dengan keculasan,kesombongan, dan kearoganan sekalipun dia adalah seorang yang cerdas di zamannya.Tetaplah dunia tidak akan mengenangnya,kecuali hanya keburukannya saja.

Akhlak adalah kesejatian diri.Bertindaklah dengan akhlak,maka manusia akan mencintai.Berkatalah dengan akhlak,maka manusia akan mengagumi.Bercerminlah pada sang teladan terbaik dalam akhlak Nabi Muhammad Saw maka manusia akan menghormati.Seperti petikan kalimat menggugah ini.

Lelaki sejati adalah yang selalu cinta hidup dengan penuh kekayaan hakiki,yaitu keluhuran jiwa.Keluhuran itu bersumber dari akhlak mulia dan iman yang kokoh,serta membangun keluhurannya dari upayanya sendiri.Pada akhirnya akan didapat suatu penghargaan dan penghormatandari sesama manusia.

Seiring berlalunya arus mata air peradaban islam,para ulama menjadikan akhlak sebagai harta yang paling dan sangat berharga.Salah seorang ulama di masa tabiin pernah berkata Siapa yang tidak berakhlak baik pada guru,dipastikan tidak menghormati Al-Quran.Jika ia tidak menghormati Al-Quran,tiada kebaikan ilmu padanya.

Salah satu produk dari penanaman akhlak tingkat tinggi adalah diam dari mengatakan sesuatu yang tiada manfaat.Kita telah faham bahwa diam akan menyelamatkan kita dari dosa.Sebab,mulut itu tampak seperti pedang: kadang bermanfaat,tetapi justru lebih sering menikam! Coba sejenak kita tengok kitab Bulughul Maram,bab Adab,maka kita akan temukan hadits yang berbunyi: Ash-Shumtu Hikmatun.Diam adalah hikmah.

Diam dari perkataan tiada guna adalah mutiara akhlak nan cemerlang.Ada yang tahu kenapa ada ulama yang berjuluk Ibnu Hajar (Anak Batu)?Ya,Ibnu Hajar dinamakan demikian karena beliau lebih baik diam seperti batu daripada mengatakan sesuatu tiada guna.Namanya saja sudah penuh filosofi,bagaimana kualitas orangnya?Cerdas!

Kawan! Kita telah faham bahwa negeri ini sangat membutuhkan kerja nyata kita.Jika akhlak sudah krisis,bagaimana kita mau mencetak prestasi strategis?Jika akhlak telah jatuh,berarti kita telah merelakan negeri ini untuk runtuh!Astaghfirulloh.

Sekali lagi,mari hayati ucapan Haji Agus Salim ini Sekiranya amgkatan muda tidak dipersenjatai dengan jiwa dan agama yang kuat,maka akan hancurlah akhlak angkatan pemuda dan bangsanya tadi.

 


0 Komentar

Tulis Komentar