Pesantren | Miftahul Huda
Telunjuk Syekh Nawawi Menyala

Telunjuk Syekh Nawawi Menyala

Diambil Dari: www.chiyallmarzooqi.blogspot.co.id


Pesantren | Miftahul Huda , 

Ada Imam Nawawi ada Syekh Nawawi Al-Bantani,keduanya memiliki kehebatan dalam menulis kitab.Pada pembahasan ini akan dikupas Ulama intelek sekaligus penulis kitab-kitab hebat dari Indonesia.

Nama lengkapnya adalah Abu Abdul Mu’ti Muhammad bin Umar bin Arbi bin Ali Al-Tanara Al-Jawi Al-Bantani.Ia lebih dikenal dengan sebutan Muhammad Nawawi Al-Jawi Al-Bantani.Lahir di kampung Tanara,kecamatan Tirtayasa,Kabupaten Serang,Banten.Pada tahun 1813 M atau 1230 H.Ayahnya bernama Kyai Umar,seorang pejabat yang memimpin masjid.Dari silsilahnya Nawawi merupakan keturunan  kesultanan yang ke-12 dari Maulana Syarif Hidayatulloh (Sunan Gunung Jati,Cirebon),yaitu keturunan dari Putra Maulana Hasanuddin (Sultan Banten I) yang bernama Tajul Arsy.

Diusia 8 tahun, anak pertama dari tujuh bersaudara ini memulai petualangan mencari ilmunya.Pesantren pertama yang beliau kunjungi adalah Jawa Timur.

Tatapi sebelum berangkat,ibunya berpesan ,” Kudo’akan dan kurestui kepergianmu mengaji,dengan syarat jangan pulang sebelum kelapa yang kutanam ini berbuah.” Seperti itulah restu sang ibu,dan Nawawi kecilpun menyanggupinya.

Setelah 3 tahun lamanya berada di pesantren Jawa Timur,kemudian beliau pindah ke sebuah pesantren di Cikampek Jawa Barat.Tetapi alangkah terkejutnya Nawawi kecil dengan apa yang dikatakan guru barunya,beliau berpesan “Nawawi kamu harus segera pulang karena ibumu sudah menunggu dan pohon kelapa yang beliau tanam sudah berbuah.”

Luar biasa kaget dengan perkataan gurunya tersebut,karena beliau tidak tahu,dari mana gurunya mengetahui pesan tersebut.Dan akhirnya ia pulang membantu ayahnya membimbing para santri.

Kehausan akan ilmu pengetahuan membuatnya tidak pernah  berhenti untuk belajar,dan akhirnya ia memutuskan untuk melakukan perjalanan suci mencari ilmu ke Makkah.Diantara cabang keilmuan yang beliau pelajari adalah ; ilmu kalam,bahasa dan sastra Arab,ilmu hadits,tafsir dan ilmu fiqh.Setelah 3 tahun belajar di Makkah, ia kembali ke daerahnya tahun 1833 M dengan khazanah ilmu keagamaan yang lengkap.

Namun beberapa tahun kemudian ia memutuskan berangkat lagi ke Makkah menunaikan impiannya untuk mukim dan menetap di sana.Beliau melanjutkan belajar kepada guru-gurunya yang terkenal.Pertama kali ia mengikuti bimbingan dari Syekh Khotib Sambas (Penyatu Thariqat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah di Indonesia) dan Syekh Abdul Gani Bima,ulama asal Indonesia yang bermukim di sana.Setelah itu ia belajar pada Sayyid Ahmad Dimyati,Sayyid Ahmad Zaini Dahlan yang keduanya di Makkah.

Pada tahun 1860 M.Nawawi mulai mengajar di lingkungan Masjid Al-Haram .Pada tahun 1870 M,kesibukan beliau bertambah dengan banyak menulis kitab.Hal tersebut dilakukan atas desakan sebagian teman dan para sahabatnya dari Indonesia.

Pada suatu malam terjadi keanehan yang luar biasa ,ketika melakukan sebuah perjalanan dari Makkah ke Madinah,dengan menunggangi untanya,tiba-tiba muncul sebuah inspirasi untuk menulis,tetapi bagaimana beliau bisa menulis sementara malam itu sangat gelap gulita. Beliau hawatir,inspirasi yang baru saja muncul hilang kalau tidak segera menuliskannya.Maka,beliau berdo’a;”Ya Alloh,jika inspirasi yang Engkau berikan malam ini akan bermanfaat bagi umat dan Engkau ridha,maka ciptakanlah telunjuk jariku ini menjadi lampu yang dapat menerangi tempatku yang gelap gulita ini,sehingga kekuasaan-Mu akan dapat menulis inspirasiku.”

Sebuah keanehan terjadi dengan izin Alloh SWT telunjuk beliau menyala,dan mulailah beliau menulis,yang dalam sejarah karyanya tersebut adalah kitab Maroqil’ Ubudiyah,syarah kitab bidayatul Hidayah karya Imam Al Ghazaly.

Dalam setiap penyusunan karyanya beliau selalu melakukan bimbingan kepada guru-guru dan ulama besar,sebelum naskahnya dicetak terlebih dahulu dibaca oleh mereka.Maka tidak heran jika semua karyanya hebat dan berkualitas.

Syekh NAwawi Al-Bantani juga banyak yang menjuluki sebagai Imam Nawawi kedua.Jika Imam Nawawi adalah seorang ulama yang menyusun kitab-kitab hebat seperti Syarah Shahih Muslim,Majmu’ Syarhul Muhadzab Al Adzkar,Riyadhu Sholihin,Arba’in Nawawi,maka Syekh Nawawi ulama kebanggaan Indonesia ini banyak menyusun kitab seperti:

1.Muraqah As-Suud At-Tasdhiq (Syarah kitab Sulam At Taufiq)

2.Nihayatuz Zain (Syarah dari kitab qurratul Ain)

3.Tausiyah Ala Ibn Qasim (Syarah dari kitab Fathul Qarib)

4.Tijan ad-Daruri (Syarah dari Kitab Risalatul bajuri)

5.Tafsir Munir

Dan masih banyak lagi goresan pena beliau yang terus menyejarah dan digunakan sebagai kajian keilmuan

Bahkan pernah beliau diundang oleh ulama-ulama Universitas Al-Azhar,untuk melakukan kuliah singkat pada sebuah forum diskusi ilmiah.Semuanya berdecak kagum dengan keluasan ilmu pengetahuan beliau bagaikan hamparan samudera yang tak bertepi.

Petualang jihadnya dalam nasyrul ilmi berakhir diusia yang ke 84 tepatnya pada tanggal 25 Syawal 1314 H atau 1897 M,beliau menghembuskan nafas terakhir.Dan dimakamkan di Ma’la dekat makam Siti Khadijah,istri Rasulullkah SAW.

Satu abad sudah beliau meninggalkan kita,tapi karyanya tetap ada dan dinikmati.


0 Komentar

Tulis Komentar