Pesantren | Miftahul Huda
Stop Genocide,Save Rohingya

Duka Nestapa Muslim Myanmar di Bulan Dzulhijjah 1438 H


Pesantren | Miftahul Huda , 

Pada saat kaum muslimin melaksanakan ibadah di awal bulan Dzulhijjah 1438 H dengan puasa,dzikir dan ibadah sunnah lainnya,kita mendengar kabar yang menyedihkan,saudara kita kaum muslimin umat Nabi Muhammad SAW di Myanmar dibunuh secara sadis dan tidak berprikemanusiaan oleh rezim yang berkuasa.Mereka dikejar,dibunuh,ditembak,bisembelih,mayat bergelimpangan mengambang di sungai,anak-anak dan kaum wanita banyak menjadi korban.

Apakah kita hanya berdiam diri??

Tidak bergerak hati dan jiwa untuk membantu??

Muslim Rohingya dizhalimi hari ini. Muslim yang sangat taat kepada Rabb- Nya dibantai tanpa alasan yang jelas. Wanita muslim Rohingya mengingatkan kita pada sosok Sumayyah yang keimanannya tidak luntur walau ditimpa ujian besar. Keyakinan akan kenikmatan dari Allah yang lebih nikmat dibanding janji- janji penguasa menjadi satu kekuatan besar baginya. Pun laki- laki muslim Rohingya, kita belajar dari Yasir suami Sumayyah. Keluarga ini semoga mampu menjadi peneguh hati bagi saudara kita di Myanmar.

Lebih Dekat dengan Muslim Rohingya

Muslim Rohingya adalah etnis minoritas yang tinggal di daerah Arakan, Myanmar. Mereka adalah warga Myanmar, namun serasa tidak dianggap. Bahkan mereka juga dikabarkan sebagai warga Bangladesh disebabkan mereka tinggal di Arakan yang berada di dekat Bangladesh. Mereka seolah etnis yang tidak diketahui statusnya di wilayah negara mana.

Berbagai kekejaman militer dan pemerintah Myanmar kepada umat Muslim Rohingya cukup menyadarkan kita betapa perlunya kita bersyukur dengan kondisi kita di negara Indonesia. Di sana, di Myanmar masjid tempat beribadah umat Muslim dihancurkan. Al Qur’an kitab suci umat Muslim dirobek dan dibakar. Tidak hanya itu, agama pun tampaknya dipermainkan oleh kaum laknatullah itu.

Kemudian dengan seenak hatinya militer Myanmar membantai mereka, mengusir dari tanah mereka dan melakukan berbagai penyiksaan kepada mereka yang melakukan perlawanan maupun tidak. Pembantaian dan penyiksaan ini bukan baru saja terjadi, namun sejak Myanmar merdeka pada tahun 1948 Muslim Rohingya sudah mendapat perlakuan yang tidak sepantasnya.

Apa yang Sudah KIta Lakukan Untuk Mereka?

Hanya bisa berdoa melihat nasib muslim Rohingya,muslim  harus bersatu dan kuat agar bisa menolong saudaranya yang teraniaya.Kalaulah 7,5 juta muslim bisa berkumpul menyuarakan penegakkan hukum bagi penista agama.Bisakah,maukah kita bersuara kembali lantang untuk pembelaan kita pada Rohingya?Kita hanya bisa menonton,menyaksikan betapa biadabnya biksu budha dan tentara syaithoni Myanmar membantai saudara kita.

KIta hanya bisa berdoa.......

Yaa Robb berilah kami kekuatan lahir dan bathin agar bisa menolong saudara kami.......... MUSLIM ROHINGYA


0 Komentar

Tulis Komentar